Aku Putuskan untuk Kembali Sadar

Saat itu saya dipertemukan dengan ganja-ganja yang menjadikan aku wanita manja. Tiap harinya tubuhku tertusuk suntikan cairan yang mengandung diksi-diksi dengan segala kata perhatian. Awalnya segala tubuhku menolak hingga waktu jadikan aku sebagai pecandu ganja-ganja manjamu itu. Aku menjadi terbiasa untuk mengiyakan segala hal yang memabukkan dan membuatku tak sadar. Ganja-ganja itu munculkan ilusi-ilusi hingga aku menjadi peduli tentang mulut manis seorang lelaki. Seseorang yang hanya melihatku ketika gemerlap bintang atau ketika di siang yang terang benderang. Tapi dia tak ada ketika segala cahaya padam dan aku meringkuk kelam dan ketakutan.  Kini aku adalah pencandu kata-kata perhatianmu nan palsu.

Boleh aku meminta pertanggungjawabanmu?

Tapi rasanya itu tak perlu. Aku hanya perlu sebuah rehabilitas agar aku tak segera membeku. Agar aku tak dimabukkan oleh amer-amermu yang membosankan. Aku akan menyembuhkan dan tinggalkan sebuah kecanduan demi menjadi perempuan yang sadar dan tak hilang harapan. Candu akan candamu akan segera terlewatkan. Akan segera kumusnahkan dengan penawar-penawar juga mungkin dengan segelas air tawar. Dan untuk semogaku dan harapku biarkan menjadi kisahku tanpa hadirmu. Aku telah memutuskan untuk menjadi sehat akal dan sadar untuk tak menjadi perempuan yang rerjangkit kecanduan canda dan hadirmu yang selalu membuatku keliru akan hadirmu yang aku tahu.

Sekian

Aku rehat

Komentar

Postingan Populer