Duka Rela

Ada seorang bertanya padaku
"Bukankah kau ini sangat mencintai pria itu"
Kemudian aku menjawab dengan lantang
"Iya, tentu saja aku mencintainya"

Orang itu pun kembali bertanya
"Lantas kenapa kau biarkan dia menikahi wanita pilihan ibunya?"
Aku pun terdiam sejenak lalu berkata
"Dia adalah pria yang aku cintai. Tapi ibunya lebih dulu mencurahkan cintanya. Dan kau tahu cintaku lebih besar dari rasa memilikiku. Maka seutuhnya aku akan mencintainya tanpa sedikit pun aku biarkan ia menolak perkataan ibunya"

Kemudian orang itu kembali berkata
"Bukankah dia juga mencintaimu. Kalian bisa hidup bahagia selamanya"
"Apa arti dari bahagianya sepasang kekasih yang saling mencintai tanpa sedikit pun restu agung dari seorang ibu"

Dia pun kembali berujar
"Apakah kau ini tidak egois? Berpura-pura seakan kau membencinya padahal sejatinya jiwamu memberontak ingin bersamanya"
Aku kembali menjawab dengan kulihat foto seorang pria itu.
"Hasratku sungguh ingin memilikinya, teman. Tapi cintaku lebih besar dari hanya sekedar memiliki. Cintaku tak ingin menyakiti siapa pun. Dan sudah seharusnya cinta tidak menumbuhkan luka. Maka jika satu tetes air mata duka mengiringi perjalanan kasihku. Aku akan segera tinggalkan itu."

Wanita itu berhenti sejenak lalu memelukanya sambil berbisik.
"Apakah kau tidak menderita?"
Dan kemudian aku berbisik lirih
"Aku sangat menderita, melihat priaku berdampingan dengan wanita yang bukan aku. Aku sangat menderita, aku sangat ingin lari dan menghentikan semua ini. Tapi, cintaku lebih besar dari rasa deritaku. Maka walau sedikit pun aku tak menyentuhnya. Jiwaku akan senantiasa bersamanya."

Dan adegan itu berkahir dengan saling menghapus air mata duka. 


"Kamu adalah nada dari setiap musikku. 
Petikan gitar itu adalah bentuk suara dari kasihku.
Setiap lirik yang terangkai adalah doa untuk segala keselamatan untukmu. 
Dan setiap gerak tubuhku adalah wujud gerak cintaku terhadapmu. 

Wahai priaku
Cintaku adalah mahakarya abadi yang tak akan pernah kau ketahui. 
Aku penuh dengan sandiwara agar kau tak pernah mengerti. 
Berbahagialah 
Aku bersamamu seutuhnya
Maka jangan hanya sekedar berjalan
Melainkan menarilah karena musikku akan senantiasa bersamamu, wahai kekasih jiwaku"

Komentar

Postingan Populer