Tak lagi ada cinta sederhana

Bagiku cinta hanyalah untuk mereka
Mereka yang bertahta dan berparas rupawan 
Tak ada cinta yang benar benar abadi 
Cinta yang katanya menerima apa adanya 
Hanyalah cerita dongeng di buku buku fiksi belaka
Semua itu palsu di dunia nyata 
Karena sekarang kita berada di zaman kapitalis
Yang paling penting adalah untung dan rugi 
Semuanya serba diperhitungkan 
Cinta bagaikan ilmu ekonomi 
Jika tidak untung maka harus di pasung 
Cinta tak lagi hanya mengikat dua raga yang punya keselarasan rasa
Melainkan cinta mengikat penjual dan pembeli 
Jika sudah merasa untung 
Akan sangat cepat untuk menyelenggarakan ijab qobul 
Sangat mudah untuk mengatakan saya terima nikahnya 
Begitupun juga mengatakan saya tak lagi ingin bersamanya 
Lantas dimanakah? 
Cinta yang sederhana Itu 
Apakah ikut menghilang bersama senja sore itu?


Komentar

  1. Cinta memang rupawan.
    Cinta memang bertahta.
    Cinta tidaklah sederhana.
    Namun cinta itu kaya.

    Kaya akan rupa.
    Dimana kita bisa menganggapnya terbaik di dunia.
    Kaya akan tahta.
    Karna dialah yg paling tinggi derajatnya.
    Dan kaya akan segalanya.
    Karna kau akan merasa lebih apabila di sampingnya.

    Sangat mudah memang.
    Di zaman sekarang mengatakan.
    Sangat mudah pula melupakan.
    Tapi, kau tau?
    Semua sangat sulit untuk di relakan.
    Bahkan selalu daja kau kenang.

    Banyak sekali bukan.
    Para pujangga merangkai kata.
    Untuk nasehat para perindu.
    Yang hatinya selalu saja sayu.

    Jka memang senja sore itu hilang.
    Perjalanan menyinarinya pasti akan terkenang.
    Kehadiranya pasti akan di harapkan.
    Dan kehilanganya tidak lagi di inginkan.

    Biarkan senja itu hilang.
    Jika terbit kelak,
    Maka siapkanlah.
    Dan sadarlah bahwa akan datang senja mengakhiri semuanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biarkan cinta yang semacam itu pergi
      Tahta dan paras tak pernah bisa abadi
      Karena hanya menimbulkan sunyi
      Dan langit tak akan pernah muncul pelangi
      Hanya tercipta sendu sendu yang membuatnya layu
      Dan akhirnya menjadi ragu
      Lalu tercipta sajak sajak sendu
      Terucap perpisahan dengan amarah
      Lalu saling membenci padahal dulu sempat saling memuji

      Hapus
    2. Jika senja datang lagi.
      Cerita lama kadang kembali.
      Menyisakan rindu yang membekas.
      Luka yang ada akan terkupas.

      Semburat cahaya
      Kadang merona
      Sungguh elok di pandang mata.
      Namun kadang gelap tak mengais sinarnya.

      Memang.
      Semuanya memiliki sisi.
      Sisi lain yang tak impresi.
      Berharap semua akan terisi.
      Dengan memori riang penuh fantasi.

      Akan tetapi.
      Harapan hanya berarti jika itu memang terjadi.
      Tapi sadarlah
      Banyak juga yang akan mati.
      Tinggal menunggu kapan waktu untuk pergi

      Hapus
  2. Akankah senja itu datang lagi?
    Haruskah ku tunggu di tepi pantai dengan angin itu
    Atau aku harus pergi tanpa ragu untuk membuka pintu yang baru
    Bolehkah aku memilih untuk tidak dicintai dan mencintai?

    Sulit sekali untuk berkata
    Karena ragu telah mengahantui
    Rasanya sulit sekali untuk percaya
    Bahwa memang cinta itu ada

    Bolehkah aku hanya mencintai diriku, ibuku, ayahku, adikku dan keluargaku?
    Tapi nyatanya tidak
    Karena merekapun ingin aku mencari sayapku
    Dan itu sulit

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer