Kematian Tokoh Khayalan
Rapi
Tertata
Terperinci
Itulah terkadang yang membuatku jatuh hati
Dengan dirimu
Dengan wawasanmu
Dengan tingginya mimpimu
Dengan setiap langkah kakimu
Dengan setiap pandangmu
Dengan segala tuturmu
Maka atas permohonan ijinku kepada Tuhanku juga Tuhan kita
Hatiku berbisik
Jiwaku berteriak lantang sekali
Aku mau memilikimu
Aku mau memilikimu
Aku mau memilikimu
Menggaung hingga ribuan kali
Sampai segalanya bermuara pada satu kalimat abadi
Aku ingin kita berada di depan altar yang sama segera
Mengucap janji setia selamanya
Saat ini juga
Karena aku tak lagi ingin melepas genggaman
Merelakan
Apalagi kehilangan
Jejakmu
Bau tubuhmu
Candamu
Dan hatimu
Tapi
Nyatanya itu semua hanyalah skenarioku
Hanya sebatas naskah dalam drama di dunia imagiku
Tak ada dalam kesadaran nyata
Karena dalam kesadaran logika
Kita tidak sama bahkan tak setara
Ketimpangan telah membuatnya tak seimbang
Merenggut kesempurnaan kehidupan
Tak ada rumus apapun yang bisa digunakan
Karena aku dan kamu hidup dalam dunia yang tak lagi mengenal kesetaraan
Maka kali ini aku putuskan untuk tak mempermainkannya
Menyimpan rapi naskah drama yang aku ciptakan
Di dalam sebuah peti kayu yang akan aku hanyutkan
Sebab
Aku terlalu rapuh untuk memasuki medan perang
Karena lawanku adalah kekasihmu
Lawanku adalah jelmaan Tuhanmu
Lawanku adalah penjagamu
Dan lawanku adalah ketidakadaan cintamu untukku
Untuk itu
Tak boleh ada permohonan
Haram untukku menaruh harapan
Dan sangat laknat untukku memperjuangkan sebuah kehadiran
Yang paling benar adalah mengakhiri ceritanya
Walaupun sebenarnya aku belum sempat memainkan dramanya
Kali ini yang berlaku hanyalah perpisahan
Walau sebenarnya juga tak pernah ada pertemuan
Selamat tinggal
Tokoh khayalan
Pasangan bayangan
Biarkan aku mengakhiri peran
Menjalani hidup dengan penuh kesadaran
Tanpa adanya bayang-bayang
Apalagi harapan
Hari ini kau telah aku persemayamkan dalam kehampaan
Juga telah aku taburkan bunga -bunga kenangan
Beristirahatlah dengan tenang
Hingga waktu akan menarikmu kembali pulang
Di sebuah pangkuan
Komentar
Posting Komentar